Banyak hal lucu seputar proses penangkapan Noordin M. Top di Kedu, Beji, Temanggung, Jawa Tengah yang saya liat di TVOne dari Jumat petang ampe Sabtu siang tadi. Mungkin hal ini saya pahami hanya sbagai orang yang awam di militer dan hanya sbagai penonton tipi aza:).

  • Saat pengepungan Jum’at malam, kenapa hanya ada sorot lampu ke salah satu sisi rumah persembunyian (spertinya halaman depan aza), kenapa tidak skeliling rumah disorot lampu terang gitu.
  • Penembakan yang spertinya menggunakan senapan khusus sniffer (AWP kayaknya^^), hanya dilakukan dengan jarak kira2x 10 meter dari rumah. Bukannya sniffer itu biasanya menembak target dari jarak yg cukup jauh dan bagian dari perlindungan pasukan di barisan depan dr jauh.
  • Kenapa tidak memaksa teroris yang didalam rumah dengan menembakkan gas air mata terlebih dahulu. Kalo memang brniat membunuh dari awal kenapa ampe nunggu belasan jam hanya cuman untuk melempar bom berdaya ledak rendah.
  • Taktik serangan yang spertinya maju mundur belasan jam, spertinya Densus 88 tidak mengaplikasikan latihan2x militernya yang bersifat “special tactic in action” (sampe2x menggunakan bambu sbagai alat penyerangan^^).
  • Tembakan2x yang spertinya ngawur, bisa diliat dari bekas lubang2x peluru di tembok2x rumah. Mestinya lempar beberapa granat aza daripada buang2x peluru percuma (mahal lho peluru itu^^).

Walo yang terbunuh itu masih diduga sebagai Noordin M. Top (lepas jg dari pemikiran penyerbuan yg hanya rekayasa), siapapun teroris2x di indonesia ini yg wataknya pengecut memang halal untuk dibunuh. Paham2x idialisme yg kolot yang bikin malu Islam harus dihapus bersih, siapapun yg hanya menyebarkan paham2x kolot pantas mati dengan peluru bukan hanya Noordin M. Top dkk. Smoga pasukan burung hantu mampu membabat habis teroris2x di seluruh pelosok indonesia tanpa ampun.

Beneran gk sih sosok Noordin M. Top itu ada????