Surabaya-Madura hanya 15 menit lewat Tol Suramadu
Kunjungan perdana saya ke Suramadu (bkn kungker loh), lumayan membuat saya terkesan. Megaproyek prestigious pemerintah tsb benar2x luar biasa, baik dr segi ukuran konstruksi jembatan yang segede gaban dan antusiasme masyarakat yg berkunjung. Klo saya liat, bkn hanya masyarakat Jawa Timur aza yg datang, tp dari Jakarta bahkan Bali. Banyak dari mereka datang hanya utk melintas pulang pergi dan menyempatkan berhenti di bentang tengah jembatan untuk berpoto ria walo ancaman tilang sudah berlaku.
Tapi juga ada beberapa hal yang mengurangi nilai positif dari jembatan suramadu. Sepertinya jembatan ini lahir prematur. Ada kesan tergesa2x dlm pembangunannya, baik secara fisik, perawatan dan operasionalnya. Seperti jalan yang rada bergelombang, pihak operator (Jasa Marga) yang juga kurang sip menangani antrian motor dll. Banyaknya bagian jembatan sepanjang 5Km an ini yang hilang, seperti lampu dan mur, menunjukkan kurang optimalnya penjagaan (tapi saya juga gk kaget, batere n penangkal petir BTS aza bisa dengan mudah hilang disekitar sana^^).
Klo dari rumah saya, sangat dekat menuju gerbang jembatan suramadu, mungkin sekitar 10 menit. Perjalanan saya yg pertama begitu berkesan dari pintu gerbang suramadu (surabaya) sampai pintu gerbang suramadu (bangkalan) n bayar 30rb sekali lewat. Begitu keluar dr jembatan, mata saya mulai kering melihat gersangnya tanah bangkalan^^. Ya semoga aza pemprov n pemerintah pusat bersedia untuk mempercantik suasana daerah sekitar gerbang suramadu di bangkalan. Saat perjalanan balik ke surabaya, dengan keadaan lalu lintas normal, dari gerbang bangkalan ampe gerbang surabaya, jembatan ini bisa ditempuh hanya 15 menit (dikit ngebut tentunya^^).
Saya dengar dari kerabat di pemkot bangkalan, ternyata pemerintah daerah bangkalan sendiri gk dapet “bagian” dari nih jembatan, so duit hanya masuk ke kantong pemprov n pemerintah pusat. Kasian jg dengernya, mestinya kedua pemkot baik surabaya n bangkalan harus dapet so bisa bantu kelola di sekitar jembatan, misal urusan papan reklame, penanaman pohon dll. Sangat nggak mungkin klo semuanya hanya diurus pemprov n pusat. Tp yang terpenting dengan adanya jembatan ini, bukan hanya sebagai icon prestis tp juga bisa ikut mempercepat roda perekonomian masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Jawa Timur.
Moga dimurahin dikit tarif tuh ToL, 10rb-15rb geto buat mobil.
Leave a Reply